Nama Donnarumma sepertinya tak henti-henti menjadi perbincangan sejumlah Media Italia belakangan ini. Setelah membuat heboh lewat keputusannya menolak perpanjangan kontrak dari pihak Rossoneri, kiper berusia 18 tahun tersebut kembali menciptakan kontroversi dengan tidak mengikuti ujian Akhir Sekolah tingkat SMA nya.

Sebagaimana diwartakan Goal Italia, Donnarumma seharusnya mengikuti ujian akhir tersebut setelah membela Tim Nasional Italia di ajang Piala Euro U-21. Namun yang ada, sang pemain justru terbang ke Ibiza untuk berlibur, alih-alih menuntaskan ujian yang menjadi syarat baginya untuk menuntaskan pendidikan SMA-nya.

Sebenarnya, situasi seperti ini adalah hal yang wajar terjadi di Italia, terutama bagi mereka yang disibukkan dengan jadwal sepakbola. Donnarumma sendiri tak perlu cemas karena tahun depan dia bisa menuntaskan Ujiannya tersebut jika memang melewatkanya tahun ini. Hanya saja, perlu diingat karena kemungkinan besar tahun depan dia akan bersama tim Nasional Italia untuk bermain di ajang Piala Dunia 2018 Rusia.

Karena situasi ini, Mentri Pendidikan Italia, Valeria Fedeli langsung turun langsung mengirimkan surat terbuka kepada Gazetta Dello Sports supaya mengingatkan Donnarumma untuk tetap mengutamakan pendidikannya, alih-alih liburan untuk beristirahat setelah bekerja di atas lapangan.

\\\"Saya sangat berharap Anda bisa menuntaskan pendidikan Anda tahun depan tanpa keraguan dan komitmen penuh. Saya tidak menghakimi keputusan Anda, tetapi saya harap Anda bisa menunjukkan atlet top juga bisa menjadi murid yang baik, seperti yang dilakukan banyak orang di masa lalu. Jangan berhenti belajar!\\\"

Seperti diketahui, Gianluigi Donnarumma telah menjadi bagian dari AC Milan sejak berusia 16 tahun. Sepanjang kampanye musim 2017/18 kemarin, dia mencatatkan tak kurang dari 37 caps pada ajang Serie A Italia.

Menurutnya, gelandang Internasional Swiss tersebut memiliki kemampuan yang menawan saat menguasai bola dan mengirimkan umpan, dia merasa Xhaka telah berhasil menggantikan peran santi Cazorla. Selain Xhaka, Coquelin juga tak ragu untuk menyanjung performa Aaron Ramsey.

Gelandang Arsenal Francis Coquelin memberikan sanjungan kepada Granit Xhaka di tengah absensi Santi Cazorla karena cedera. Pemain Internasional Prancis tersebut mengaku senang karena bertandem dengan rekan barunya di lini tengah The Gunners.

Seperti diketahui, Xhaka merupakan salah seorang rekrutan Arsenal pada kesempatan bursa transfer musim panas kemarin. Pemain internasional Swiss itu langsung mampu menembus tim utama the Gunners setelah dibeli dengan banderol yang cukup tinggi dari klub Bundesliga Jerman, Borussia Monchengladbach. Xhaka tampil di lini tengah dengan Coquelin setelah Cazorla menepi akibat cedera engkel.

Nah, selama menggantikan peran pemain Spanyol, Xhaka berhasil membuat Coquelin merasa terkesan. Pemain Prancis bahkan mengaku senang bertandem dengan sosok berkualitas seperti Granit Xhaka. Dalam perkataannya kepada Arsenal Players, Coquelin juga tak ragu menyanjung performa Aaron Ramsey.

“Kualitas Xhaka dengan bola serta umpannya luar biasa, bagi saya, dia adalah pemain yang komplet. Saya tidak tahu, sudah berapa pertandingan yang dia mainkan untuk tim Nasional Swiss dan faktanya, sekarang ia baru 24 tahun. Ia masih beradaptasi tapi ia bekerja dengan baik. ”

“Jelas, tim manapun akan kesulitan saat bermain tanpa seorang Santi Cazorla, Ia luar biasa sejak didatangkan ke sini. Tapi saya pikir pemain yang main di posisinya juga bekerja dengan baik. [Aaron] Ramsey, Xhaka… Anda harus memberikan sanjungan kepada mereka.” kata Coquelin kepada Arsenal Player.

Sebagai informasi, Sejauh ini, Xhaka telah mengemas tiga gol di semua kompetisi bagi Arsenal.

Adalah Victor Osimhen yang menolak tawaran Arsenal dan lebih memilih bergabung dengan klub Bundesliga Jerman Wolfsburg, sang youngster Nigeria itu yakin bahwa bersama klub Jerman, dia akan mendapat kesempatan bermain di tim utama yang lebih besar.

Arsenal mungkin merupakan salah satu klub yang tampil konsisten dalam satu dekade terakhir, meskipun mereka sulit utuk taklukan kembali Premier League. Namun siapa sangka, tim bertabur bintang ini justru baru saja ditolak oleh salah seorang youngster berbakat asal Niegeria, Victor Osimhen.

Sebagai informasi, Osimhen sendiri merupakan pemain muda terbaik Afrika 2015, setelah menjalani musim yang mengesankan bersama dengan Ultimate Strikers. Tak heran jika kemudian, pemain berusia 18 tahun ini menjadi target Arsenal dan juga sempat dihubungkan dengan salah satu tim Serie A Italia, Fiorentina.

Namun sang penyerang berusia 18 tahun itu pada akhirnya menolak tawaran the Gunners dan memutuskan hengkang dari klub Nigeria Ultimate Strikers Academy untuk bergabung ke Wolfsburg dengan nilai transfer €3,5 juta dan kontrak berdurasi tiga setengah tahun. Pada penjelasannya kepada Bild, Osimhen mengatakan bahwa kesempatannya menembus tim utama Arsenal sangatlah tipis.

\\\"Memang, ada banyak klub yang melayangkan tawaran kepada saya. Tapi saya memilih Wolfsburg karena saya pikir di sana kesempatan untuk berkembang sangat besar, Jika saya memilih pergi ke Arsenal contohnya, mungkin saya tidak akan mampu menembus skuat utama mereka dalam waktu singkat.\\\"

\\\"Saya mencintai sepakbola dan saya telah bekerja keras untuk berada di sini.\\\" ungkap Osimhen kepada Bild.

Osimhen sendiri mulai dikenal semenjak berhasil mencetak 10 gol dan membawa timnas Nigeria meraih gelar juara Piala Dunia U-17 pada Oktober 2015.

Kapten Real Madrid tersebut berhasil memenangkan voting terbanyak diantara para pemain yang masuk dalam susunan tim terbaik Eropa 2016, bahkan dua superstars Clasico, CR7 dan Lionel messi juga harus mengungguli Sergio Ramos dalam hal ini.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, memang belum ada yang berhasil mematahkan dominasi kedua pemain tersebut dalam sembilan tahun terakhir, akan tetapi, bek andalan Real Madrid, Sergio Ramos, baru saja sukses memangkan persaingan dengan keduanya.

Sebagaimana diketahui, UEFA sebagai Induk sepakbola Eropa telah mengumumkan daftar 11 Nama pemain yang masuk dalam susunan tim terbaik eropa versi UEFA untuk edisi tahun 2016. Di dalam tim tersebut, Real Madrid mendominasi dengan menyumbangkan empat pemain, dua diantaranya adalah Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo. Sedangkan Barcelona memiliki tiga pemain di dalamnya, salah satunya adalah Lionel Messi.

Ya, Dua bintang tersebut memang menjadi langganan dalam daftar ini, tapi tahukah anda bahwa bukan salah satu dari mereka yang mendapatkan voting tertinggi diantara 11 pemain yang masuk dalam susunan tim terbaik Eropa 2016. Ya, bukan Messi bukan juga Cristiano Ronaldo yang mendapatkan voting terbanyak, melainkan kapten Real madrid, Sergio Ramos.

Dalam data yang dirilis UEFA baru-baru ini, yang beriiringan dengan hasil pilihan tim terbaik eropa 2016, pemain Spanyol endapati 75 persen suara dari keseluruhan voters, setidaknya dia dipilih oleh 488.908 orang untuk masuk dalam susunan tim terbaik eropa tahun ini. Cristiano Ronaldo kemudian berada di urutan kedua dengan total 69 persen suara.

Sedangkan Messi endapati 418.449 Suara dari para voters, atau dalam persentasenya sebesar 64 persen.