Dikatakan oleh sang manajer bahwa beberapa pemain dalam tim utamanya tengah menepi karena cedera, sehingga mau tidak mau, eks penggawa Barcelona harus tetap tinggal di Liverpool, karena dia akan diandalkan selama pemain lain tengah cedera.

Manajer Everton, Ronald Koeman, menutup pintu bagi Gerard Deulofeu untuk angkat kaki dari Inggris dan hijrah ke AC Milan Januari ini. Ditegaskan Manajer asal Belanda tersebut bahwa pemain Spanyol sama sekali tak masuk dalam daftar jual atau daftar pemain yang akan dipinjamkan pada januari ini.

Sebagai informasi, sebelumnya, memang sempat terdengar kabar yang menyebut bahwa eks pemain barcelona itu akan menjadi salah satu target Milan di musim dingin tahun ini, Rossoneri dipercaya akan mengontraknya hingga akhir musim yang akan datang.

Menurut informasi yang beredar, kesepakatan sebenarya sudah akan tercapai antara kedua kubu, sayang bagi Milan, Everton justru membatalkan rencana peminjaman ini. Mereka tak mau Deulofeu pindah hanya dengan status pemain pinjaman, melainkan, The Toffees hanya bersedia melepas pemain berusia 23 tahun itu secara permanen.

Milan sendiri belum menyerah sampai disini, mereka mengutus Adriano Galliani untuk mencari solusi yang tepat, sedangkan Deulofeu sendiri juga tengah berjuang membujuk manajemen Everton agar mau melepasnya ke Milan. Akan tetapi, pintu kepindahan Deulofeu ke Milan akhirnya tertutup rapat. Sebab Manajer Ronald Koeman tak memiliki opsi lain mengingat sejumlah pemain utamanya tengah menepi karena cedera.

\\\"Saat ini Deulofeu tidak kami perkenankan untuk pergi, karena dengan adanya sejumlah pemain yang cedera, yang pertama Bolasie dan yang kedua Dominic, Maka tak ada kemungkinan bagi Deulofeu untuk pindah saat ini. Tak ada yang mendekati kami,\\\" tegas Koeman pada Liverpool Echo.

Usai resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Tim Meriam London, Sriker 26 tahun asal Prancis, Alexandre Lacazette mengaku begitu senang dengan terwujudnya transfer ini. Dia bahkan mengatakan bahwa Arsenal adalah klub yang dia didamkan sejak awal.


Sebelumnya, penyerang yang mengoleksi 29 gol di ajang Ligue 1 Musim lalu tersebut memang sempat dikaitkan dengan Atletico Madrid, sebagaimana klub La Liga berencana mencari pengganti Griezmann yang kian getol dikaitkan dengan Manchester United. Tapi, sanksi Embargo Transfer yang menimpa Los Rojiblancos mengubah semua wacana transfer ini, dengan Griezmann yang akhirnya bertahan, Sementara Lacazette urung merapat.

Arsenal yang mencium kesempatan ini langsung bergegas, menggelontorkan dana sebesar 52 Juta Poundsterling kepada Lyon selaku pemilik sang pemain dan mengikat Lacazette dengan kontrak jangka panjang. Diapun resmi diperkenalkan sejak Rabu kemarin (05/07) waktu setempat.

Dalam jumpa pers pertamanya, Lacazette mengungkapkan bagaimana dia mengidamkan bermain bagi Arsenal sejak lama, dan menganggap bahwa The Gunners adalah klub Premier League dengan gaya sepakbola terbaik selama satu dekade terakhir.

\\\"Saya, tentu saja, senang dan sangat bangga karena Arsenal adalah klub legendaris. Semasa kecil, terima kasih pada Thierry Henry dan para pemain Prancis lainnya, saya selalu mendambakan untuk bisa bermain di sini dan hari ini impian tersebut menjadi kenyataan.\\\"

 

\\\"Saya suka klub dengan sejarah besar. Juga fakta bahwa manajer sudah lama di ini menunjukkan stabilitas dan itu yang saya suka. Terlebih ada beberapa pemain asal Prancis di sini yang bisa membuat saya cepat beradaptasi. Menurut pendapat saya, Arsenal juga merupakan klub yang memainkan sepakbola terbauk di Inggris dan itulah mengapa saya sangat ingin datang ke sini,\\\" ungkap Lacazette melalui laman resmi klub.

 


Adapun dengan banderol 52 Juta Poundsterling sendiri, Lacazette yang mengemas 129 gol semasa berkostum Lyon, resmi menjadi pemain termahal sepanjang sejarah Arsenal.

Alih-alih Real Madrid, Paris Saint-Germain diklaim memiliki peluang terbesar untuk mendapatkan properti terpanas Eropa di bursa transfer tahun ini, Kylian Mbappe. Bahkan proses kepindahannya menuju Paris sudah mencapai persentase 9 dari 10, demikian klaim salah seorang jurnalis ternaama asal Spanyol, Josep Pedrerol.


Winger berusia 18 tahun tersebut memang tampil mempesona sepanjang dipercaya menjadi andalan tim utama AS MOnaco oleh pelatih Leonardo Jardim di musim 2016/17 kemarin. Mbappe, melalui 26 gol dan 14 assistnya, mampu mengantarkan Klub Kerajaan menjadi kampiun Ligue 1 Pancis untuk kali pertama sejak tahun 2000 silam, dan melangkah sampai ke babak empat besar Liga Champions Eropa.

Desas-desus yang terdengar, Real Madrid siap menggelontorkan dana sebesar 100 Juta Poundsterling untuk membuat Mbappe segera mengepak barang-barangnya dari Monaco dan langsung terbang ke Ibu Kota Spanyol. Namun sebagaimana penuturan Josep Pedrerol yang mengaku mendapatkan informasi dari orang dalam Real Madrid, kampiun La Liga tersebut justru tidak memiliki peluan secuilpun untuk mendapatkan tanda-tangan kontrak Mbappe.

Bahkan, Josep Pedrerol mengungkap bahwa Paris saint-Germain-lah yang sagat dekat untuk mendapatkan Mbappe di musim panas tahun ini, dengan peluang terwujudnya transfer ini sudah mencapai angka 90 persen.

 

\\\"Saya diberitahu oleh sumber dari [orang dalam] Real Madrid bahwa peluang mereka untuk menggaet Mbappe hampir tidak ada. Ini tentu mengejutkan dan Mbappe pun bukannya menuju Arsenal, tapi dia malah punya peluang 90 persen untuk jadi pemain Paris Saint-Germain,\\\" ujar Pedrerol.

 


Menurut informasi yang kami peroleh dari sejumlah media Prancis, Presiden Les Parisiens, Nasser Al Khelaifi, terjun langsung untuk meyakinkan Mbappe agar bersedia menjadi bagian dari tim arahan Unai Emery musim depan.
Uniknya lagi,
Pernyataan Pedrerol juga muncul sehari, setelah Mbappe menghapus akun Monaco dari profil akun resmi Twitter-nya.

Rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona memang tidak pernah padam, bahkan terkadang memanas sampai ke tingkat di luar batasan. Lihat saja bagaimana kebencian Eks Madrid, Alvaro Arbeloa terhadap bek Barca, Gerard Pique. Bahkan sampai sekarang, Arbeloa masih sangat membenci eks United tersebut.

Seperti diketahui, Arbeloa dan Pique memang sempat terlihat cekcok di beberapa kesempatan, terutama pada musim 2015/16 lalu, entah itu di atas lapangan, atau di luar lapangan. Mereka seperti benar-benar menjadi rival, jika menilik gelagat keduanya saat saling berhadapan dan saling sindir satu sama lain di sosial media.


Kendati sudah satu tahun berlalu, Arbeloa yang sempat berbagi trofi Piala Dunia dan Piala Euro bersama dengan pique di tim Nasional Spanyol, memilih untuk tetap membenci Kekasih Shakira tersebut. Bahkan, jika memang ada acara makan malam bersama, dia tidak akan datang, lebih baik bagi mantan pemain Liverpool ini untuk makan bersama dengan rekan-rekannya yang lain ketimbang bersama Pique.

\\\"Saya tak memiliki perasaan apa pun padanya [Pique], Saya tak akan mau pergi makan dengannya. Saya hanya akan pergi dengan rekan-rekan [yang lain].\\\" ungkap pemain yang musim lalu berkostum West Ham United tersebut kepada El Chiringuito TV.

Tidak sampai disitu, Arbeloa yang juga sempat membela West Ham United sebelum kemudian memutuskan pensiun bulan lalu mengaku tidak sudi untuk bekerja di Barcelona, tanpa peduli jabatan atau profesi apapun yang ditawarkan oleh Rival abadi Real Madrid tersebut nantinya.

 

\\\"Mereka [Barcelona] tak akan menghubungi saya dan sebaliknya saya tak akan pernah pergi ke sana,\\\" Cetusnya.

Pique sendiri tidak hanya berselisih dengan Arbeloa, kapten Real Madrid, Sergio Ramos juga terkadang memperkeruh suasaa, tapi hubungan antara mereka setidaknya lebih baik, dan tidak ada kebencian melampaui batas seperti Arbeloa.